27 September 2007

LAPANGAN DAN LAPTOP

"Kembali ke laptop!" Lebih dari separuh penduduk Indonesia, saya kira, tidak asing dengan kata-kata ini. Dipopulerkan oleh Thukul Arwana, wong Katrok, yang beken dan sukses berduit dengan banyolan dan menertawakan dirinya sendiri, yang ndeso dan 'bertampang tidak tampan'. Namun, dibalik itu, Thukul Arwana perlu diacungi jempol dan dijadikan contoh, bahwa walaupun wong ndeso (berkonotasi dengan ketidakmodernan) dan tidak rupawan, tetapi ternyata bisa sukses dan mampu menyesuaikan diri dengan atribut kemodernan, seperti laptop, PDA, internet, email dan Bahasa Inggris. Bahkan melebihi kesuksesan wong Kota yang identik dengan kemajuan.
Begitu pun rimbawan. Sungguhpun hari-harinya hidup di tengah hutan, tetapi laptop mampu menjembatani dunia luar bahkan tak terbatas dengan akses internet. Kerja boleh di hutan, tetapi pengetahuan terkini tak boleh ketinggalan. Think globally, act locally..

1 komentar:

cahyo mengatakan...

kok yo sempat2 te nulis to deg ....