Tampilkan postingan dengan label Picture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Picture. Tampilkan semua postingan

27 September 2007

Sugi Plantation in Nara Japan

Gambar ini adalah hutan tanaman Sugi, diambil oleh yang punya Blog ini (it's me! he he) pada musim panas (Juni) 2004 di Nara -kota kecil tidak begitu jauh dari Kyoto- Negeri Sakura. Jepang mulai mengembangkan hutan tanaman sejak tahun 1840. jenis yang dikembangkan adalah jenis unggulan lokal, yaitu Sugi (Crytomeria japonica). Jenis pohon ini hanya bisa hidup di Jepang, bagian Tengah, dan pernah dicoba dikembangkan di negara tropis, termasuk di Indonesia, tetapi tidak pernah berhasil. Pada Jaman dulu, Sugi merupakan kayu utama Jepang, seperti Jati di Jawa, untuk bahan kayu pertukangan dan pembuatan rumah. Saat ini Jepang mempunyai hutan sekitar 25 juta hektar, dan 13 juta diantaranya adalah hutan tanaman. Mayoritas hutan di Jepang diperuntukkan untuk konservasi, hanya sekitar 30% saja kebutuhan kayu dalam negerinya didapat dari panenan hutan tanaman, selebihnya diimpor dari negara lain, termasuk dari Indonesia. (Saifudin Ansori)

Manmade forest of Shorea javanica in Krui West Lampung

Shorea javanica, masyarakat lokal mengenalnya sebagai Damar mata kucing, dikembangkan secara bijak dan lestari oleh masyarakat Krui Lampung Barat sejak sekitar 4 generasi yang lalu (kira-kira tahun 1870an). Penanaman Damar mata kucing ini diintercroping dengan beberapa jenis pohon lokal, antara lain Durian, duku, dan petai. Damar mata kucing yang dipanen dengan cara penyadapan, dipakai sebagai bahan thinner. Pada saat sekarang ini, jenis pohon ini hampir punah. Manmade forest of Shorea javanica di Krui Lampung Barat ini layak dihargai dan disebut sebagai the best of manmade tropical forest di Indonesia. Beberapa forester dan silviculturist dunia telah mengunjungi dan kagum dengan kearifan lokal ini. Adakah optimisme membangun hutan seperti di Krui ini di lokasi lain? Semua terpulang kepada kita, rimbawan Indonesia!(Saifudin Ansori)

20 months old of Acacia mangium plantation

Umur 20 Bulan bagi tanaman Acacia mangium merupakan umur Dewasa alias mapan (established), dimana pada umur ini, tajuk antar-tanaman mulai menutup. Itu artinya, tanaman tidak perlu dilakukan perawatan (weeding) lagi. Tajuk tanaman menutup akan merubah daur hara terbuka menjadi daur hara tertutup. Sinar matahari pun sedikit sekali bisa langsung masuk ke lantai hutan, dan membuat tumbuhan pengganggu (gulma) menjadi sedikit (Alang-alang pun tidak bisa mampu menyombongkan diri di bawah tegakan ini). Untuk membuat kondisi tanaman seperti pada Gambar ini, diperlukan perlakuan perawatan intensif (dengan meniadakan/menekan gulma), antaralain dengan cara manual (tebas) dan semprot herbisida (glyfosat dan metil metsulfuron). Intensitas perawatan dilakukan setiap 3 bulan sekali, mengingat pertumbuhan gulma sangat cepat di lahan dengan iklim tropis, seperti di Sumatera Selatan. Selepas umur 20 bulan (tajuk tanaman) menutup, tanaman A. mangium tidak perlu dirawat lagi, tinggal menjaganya dari hama dan penyakit serta kebakaran. Pada umur 6 tahun, tanaman seperti ini sudah sangat layak ditebang sebagai bahan baku pulp, dan hasil panen bisa mencapai 300 m3/ha. Tidak percaya? Buktikan sendiri, dan pergilah ke Subanjeriji Sumatera Selatan. (Saifudin Ansori)

Acacia mangium for sawn timber

LAPANGAN DAN LAPTOP

"Kembali ke laptop!" Lebih dari separuh penduduk Indonesia, saya kira, tidak asing dengan kata-kata ini. Dipopulerkan oleh Thukul Arwana, wong Katrok, yang beken dan sukses berduit dengan banyolan dan menertawakan dirinya sendiri, yang ndeso dan 'bertampang tidak tampan'. Namun, dibalik itu, Thukul Arwana perlu diacungi jempol dan dijadikan contoh, bahwa walaupun wong ndeso (berkonotasi dengan ketidakmodernan) dan tidak rupawan, tetapi ternyata bisa sukses dan mampu menyesuaikan diri dengan atribut kemodernan, seperti laptop, PDA, internet, email dan Bahasa Inggris. Bahkan melebihi kesuksesan wong Kota yang identik dengan kemajuan.
Begitu pun rimbawan. Sungguhpun hari-harinya hidup di tengah hutan, tetapi laptop mampu menjembatani dunia luar bahkan tak terbatas dengan akses internet. Kerja boleh di hutan, tetapi pengetahuan terkini tak boleh ketinggalan. Think globally, act locally..