02 Januari 2008

WISATA KULINER SEPUTARAN PRABUMULIH (1)

KANTINOVA

Namanya memang begitu. Kantinova. Anda boleh mengejanya dengan “Kantin Nova” atau “Kantin Ova”. He he.. menggoda juga namanya. Rumah makan ini terletak di Dusun Niru Desa Tebat Agung, antara Prabumulih-Muara Enim, di dekat simpang pabrik pulp (sebelum jembatan layang, yang merupakan jembatan bikinan dan milik perusahaan di mana saya beraktualisasi).

Nasinya! Demikian, kalau saya ditanya apanya yang istimewa. Plus Pindang tulang. Kalau Anda gak suka satu makanan ini, berarti Anda belum layak jadi Wong Kito. Sesungguhnya pindang asli yang sebenarnya adalah pindang ikan. Tapi pindang tulang? Hmmm, “mak nyesss,” kata Pak Bondan, pasti kalau nyicip di rumah makan ini. Gak papa saya ikut mengiklankan perusahaan rumah makan ini. Toh, memang saya suka makan di situ..

Disamping nasi plus pindang tulang, sambal tempe adalah favorit saya, sambel baladonya juga bikin kuangen pingin makan lagi di situ. Tidak saja, kawan-kawan sesama kulit sawo matang atau mata lebar (maaf tidak merendahkan sebaliknya), tetapi kolega-kolega saya, dari Jepang dan Prancis, pernah saya ajak mampir to have a lunch di situ. Disamping menu dan rasanya. Lokasinya pun strategis. Dekat simpang sebuah pabrik pulp terbesar di Sumsel (kayaknya hanya satu ini dech di Sumsel). Sembari melepas lelah, sebelum masuk hutan, atau sekembali dari kantor dekat pabrik itu, jadilah menikmati pindang tulang plus nasi yang sangat pulen. Ternyata, nasinya khusus didatangkan dari Cianjur, Jawa Barat! Coba, dech, yang belum kesana, silakan rasakan sendiri..

RM SUMEDANG

Nah, yang ini juga tidak jauh dari KANTINOVA, bukan di Jawa Barat sana! Yang paling khas adalah ayam kampung dan ikannya! Tak ada duanya di seputaran Prabumulih.. Ditambah beberapa menu, diantaranya kulit sapi, dan sambal terongnya. Menu tambahan (atau pokoknya?) sesuai namanya adalah tahu Sumedang.. Kita pun bisa beli bungkusan (kotak) untuk oleh-oleh kawan yang di dalam hutan atau untuk camilan di perjalanan. Mushola menjadi daya tarik bagi penganut muslim. Kita bisa nunut sholat disana, dan sekalian istirah sejenak sekalian mengisi keroncong perut kita.

RM SUMEDANG terletak setelah pabrik pulp di Niru, kalau dari arah Prabumulih menuju Muara Enim, sebelum simpang Belimbing (menuju Pendopo). Silakan rasakan ayam kampungnya, silakan camil tahu Sumedang-nya.. Cabenya yang kecil tapi rawit yang pedas, menjadi tantangan tersendiri untuk menggigitnya!!

RM BAKARAN

Bakaran! Begitulah namanya.. kadang-kadang saya sempat bertanya, “tempat pembakaran apa kampung ini?” He he.. gak perlu dipikirin.. yang jelas saya sering kesini. Kalau Anda bepergian menuju Baturaja dari Prabumulih, sekitar 500 m dari rel, ada jalan kekiri, itulah arah Bakaran. Dari simpang itu, jalan terus sekitar 1 km, sebelah kanan ada pipa-pipa besar (gudang) punya Pertamina, maju sedikit sebelah kiri, ada warung makan. Itulah Warung Makan Bakaran yang saya maksud (tapi saya gak tahu nama sebenarnya.. he.. he..). Gak jadi soal lah, yang penting menunya!! Kalau Anda kesana (hanya makan siang), Anda bisa-bisa harus Antri, karena didalam warung itu banyak Bapak-bapak dan Ibu-ibu berseragam pegawai negeri, atau berseragam pegawai perusahaan minyak nasional kita, atau berseragam preman (alias tidak berseragam..)..

Sambal terung yang dipotong tipis-tipis.. Daya tarik pertama.. Anda boleh tidak suka, tetapi kalau sudah coba? Hmmm… Plus pindangnya, baik itu pindang tulang maupun pindang ikannya.. Hanya itu! mau cari makanan apalagi di Prabumulih ini selain pindang? He.. he.. Kalau Anda rombongan, disana ada lesehan yang lumayan bersih, terletak di rumah belakang. Untuk buka puasa bareng, wah, cocok juga. Bisa ngobrol santai dan berselonjor ria.. Datanglah kesana.. buktikan sendiri..

PONDOK KELAPO

Rumah makan yang satu ini bukan menjajakan khas Prabumulih atau Sumatera Selatan.. tetapi yang menjadi daya tariknya adalah tempat dan suasananya. Terdiri dari beberapa Saung atau Gazebo yang artistic, terbuat dari pohon kelapa (tiangnya), dan ornamen lampu dan atap yang khas. Romantic, begitulah bagi pendatang yang merasakannya. Ada beberapa kapasitas pilihan disana. Anda datang berdua, berempat, atau kelompok.. silakan pilih tempat yang cocok dan sesuai dengan wadya bala-nya..

Menu nasional dari cah kangkung, jamur (hmm..), seafood, ayam, lele, soup pencuci mulut bahkan tempe tersedia. Juga beberapa jenis minuman tinggal pesan sesuai selera.. Lesehan yang diterangi lampu secukupnya (tidak begitu terang pun tidak begitu remang) membuat suasana romantis.. Cocok bagi yang lagi be te, bercengkerama sesama kawan (gak mau ah, pakai istilah pacaran…), atau rame-rame bersama keluarga dan handai taulan, atau syukuran naik jabatan.. he.. he.. Untuk itu, akan terasa enak dan nikmat, kalau makan disini di malam hari!

Pondok Kelapo terletak di sebelah kiri, setelah keluar Kota Prabumulih menuju Palembang. Tidak begitu rame, kanan kirinya. Sungguh pun di pinggir jalan, tetapi suasana romantis dan hangat (ditambah pelayanan yang ramah dan murah senyum), membuat kuping tidak terasa bising.. Anda bisa ketawa ketiwi atau bahkan hening hanya dengan suara sendok garpu di sana..

Kesannya mewah, dan memang banyak orang-orang the have yang sering makan di situ. Sesekali lah.. itung-itung menghadiahi diri sendiri dari lompatan-lompatan kemajuan dalam prestasi.. Selamat m(P)ondok di (rumah bertiang pohon) Kelapo.. hihi..

BAKSO TIGA DARA (BAKSO SOLO)

Ho ho.. Kutemukan juga label Solo disini. Ssst, bukan berarti saya orang Solo, kemudian sering mampir nyantap dan mempromosikan Bakso yang satu ini. Bakso Tiga Dara, Bakso Solo! Buktinya dari berbagai daerah asal pelanggan itu mampir ke warung ini. Gelindingannya!! Tahu kan yang saya maksud, barang yang bulet-bulet bak bola pimpong itulah.. Lezaaaat.. dan daging sapi asli. Plus kalo ditambah mie yang warna putih (kalau yang kuning saya gak begitu suka). Minumnya? Apapun makanannya, minumnya The Botol Sosro!! (biarin, gak papa saya promo lagi..). Cukup itu..

Dimana gerangan? Anda menuju Kantor Pos atau Telkom.. Nah, di situ! Sebelumnya. Jalan poros Prabumulih? Di sana ada kantor BCA, samping BCA itulah kedalam kira-kira 100 m, sebelah kanan.. Monggo tindak Solo… eh warung Bakso Solo..

WARUNG MBAK LULUK

Hehe.. kalau warung yang satu ini, Anda bisa lihat lewat Google Earth!! Hihi.. Buka laptop, akses internet, klik Google (Earth), kemudian ketik “Soebandjeridji”. Kalau Anda hanya traveler (misal dari Muara Enim ke Prabumulih atau sebaliknya), Anda gak dapetin warung yang satu ini. Makanya, kalau tertarik, browsing dulu di internet.. Kalau Anda berprofesi di bidang kehutanan (terutama hutan tanaman) gak bakalan gak tahu itu, kampuang nan jauh di mato, bernamo Soebandjeridji.

Subanjeriji, cerita tiada henti. Begitulah, kampong yang bernama “aneh” ini dikunjungi orang, dari jamannya kompeni dulu (karena tambang minyaknya), hingga sekarang (hutan tanaman). Kalau Anda berkendara mobil double gardan, dari Prabumulih bisa ditempuh 1 jam, atau dari Muara Enim Anda hanya perlu 45 menit. Ada penuntun setia, bila Anda mengikuti logging truck selepas jembatan layang (di Niru, lihat KANTINOVA). Tanyalah, “Subanjeriji Pak?” Kalo jawaban, “Ya!” Nah, ikuti saja. Jalan berbatu kerakal, sekitar 60 km dari jembatan layang. Kemudian Anda Tanya, “Kantor Supot (dari kata Supporting Unit)?” Itulah, Anda mengarah ke kantor Supot. Pas sebelum masuk kedalam kompleks kantor (ada portal dan satpam di situ), sebelah kiri ada warung. Itulah warung mBak Luluk, yang terkenal sampai Kyoto di Jepang sana.

Apa istimewanya warung ini? Pasti Anda bertanya.. Ada yang suka loteknya (memang yang empunya dari Jawa Timur), ada yang suka gado-gadonya, ada yang seneng tempe gorengnya, ada juga yang cari mie gorangnya, ada pula yang suka (sesekali, seminggu sekali pasti) daging rusanya, ada yang suka memang mampir tempat tungguannya.. Ada minuman apa saja! Yang jelas, saya suka es tapenya..

Warung mbak Luluk? Bukan, bukan karena yang empunya bernama mbak Luluk, tapi anaknya diberi nama Luluk. Adapun Ibunya, mbak Linda.. Terkenal seantero dunia, paling tidak bagi mahasiswa yang magang di perusahaan dekatnya, dari Jogja, Bogor, Bandung, Bengkulu, Medan bahkan Kyoto di Jepang sana.. Ke Subanjeriji? Mampirlah disana..

KANTIN USMAN

Hehe, kalau yang satu ini, adalah langganan tetap saya (dan bayar bulanan! Hihih..) Inilah “warung makan” yang paling sering saya kunjungi, di pagi hari untuk sarapan, makan siang ketika istirahat kerja, atau habis maghrib untuk have a dinner. Usman pengelolanya, makanya kami sebut Kantin Usman. Tempe menu favoritnya, karena tiada hari tanpanya.. Sesekali ada gudangan, yang pasti sering sayur katu, atau daun ubi, sawi, kacang panjang dan sebangsanya. Ayam dan ikan gak pernah telat. Nasi goreng atau nasi lontong favorit di pagi hari. Ikan asin sesekali (ini yang nikmat, tapi sang pengelola takut kalo pelanggan tak berkenan.. Sst, juga pete dan jengkolnya! Juga daging rusanya..).

Tempat berbagi rasa (wuilah..), berdiskusi, bercengkerama sesama penghuni mess Acacia (kami di dalam camp Supot, baca Warung Makan mBak Luluk), sejenak selepas kerja. Atau bahkan menyamakan suara tentang aktifitasnya.. Kekompakan terjaga! Begitulah tujuan kira-kiranya… Sesekali kantin ini berubah jadi pesta, begitulah… tempatnya lapang dan ber-AC pula (nambah harga! Hehe..) fasilitas perusahaannya.. Silakan mencicipnya, sesekali kami mentraktirnya.. hehe..

4 komentar:

M FAIQ FADLI mengatakan...

jadi pengen balek kampung,inget waktu sma dulu (sma1)langsung mampir ke bakso tigodara

Harry Gunawan mengatakan...

Halo Mas Ifoed, senang melihat nama Bakaran di muat dalam tulisan Mas ini. Saya asli orang Bakaran. Oh ya, RM Bakaran maksudnya mungkin RM Yati ya? Itu yang letaknya dekat dengan pipa-pipa pertamina. Sekarang di Bakaran sudah maju dan sudah banyak RM lain yang nggak kalah enak dari RM Yati. :)

Novi Dwi Cahyono mengatakan...

Hampir satu tahun di prabu,,
Jadi kangen sama temen" di nias, gunung ibul, tugu, ma anak" pesantren prabu. .
Hubungi gue ya gan, ,
Nie buat temen" di prabu,,+6282221367386
Aku kangen kalian, , :)



Tunggu liburannya lain kali :D

Novi Dwi Cahyono mengatakan...

Hampir satu tahun di prabu,,
Jadi kangen sama temen" di nias, gunung ibul, tugu, ma anak" pesantren prabu. .
Hubungi gue ya gan, ,
Nie buat temen" di prabu,,+6282221367386
Aku kangen kalian, , :)



Tunggu liburannya lain kali :D